RIDHO
TERHADAP TAKDIR
صحيح مسلم ٤٨١٦: حَدَّثَنَا أَبُو
بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ
بْنُ إِدْرِيسَ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ
حَبَّانَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ
الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ
وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ
أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ
فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
Shahih Muslim 4816: Telah
menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair mereka berdua
berkata: telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Idris dari Rabi'ah bin
'Utsman dari Muhammad bin Yahya bin Habban dari Al A'raj dari Abu Hurairah dia
berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Orang mukmin
yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta 'ala
daripada orang mukmin yang lemah. Pada masing-masing memang terdapat kebaikan.
Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan
kepada Allah Azza wa Jalla dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila
kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan: 'Seandainya
tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan
begitu'. Tetapi katakanlah: 'lni sudah takdir Allah dan apa yang
dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata
'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan syetan.'"
سنن الترمذي ٢٠٦٢: حَدَّثَنَا
الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ
وَوَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ
الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ
بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَنْكُتُ فِي الْأَرْضِ إِذْ رَفَعَ
رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ قَالَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا قَدْ
عُلِمَ وَقَالَ وَكِيعٌ إِلَّا قَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنْ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ
مِنْ الْجَنَّةِ قَالُوا أَفَلَا نَتَّكِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا
اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ
حَسَنٌ صَحِيحٌ
Sunan Tirmidzi 2062: Telah
menceritakan kepada kami Al Hasan bin 'Ali Al Hulwani: telah menceritakan
kepada kami 'Abdullah bin Numair dan Waki' dari Al A'masy dari Sa'd bin
'Ubaidah dari Abu 'Abdurrahman As Sulami dari 'Ali dia berkata: Ketika kami
bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu beliau sedang
menunduk ke tanah. Tiba-tiba, beliau mengangkat kepalanya ke arah langit
kemudian bersabda: "Tidak seorang pun dari kalian, kecuali telah diketahui
(takdir) -nya." Waki' berkata: "Kecuali telah ditulis tempat
duduknya, apakah dari neraka ataukah dari surga." Para sahabat kemudian
bertanya, "Kalau begitu, bukankah lebih baik kita bertawakkal saja wahai
Rasulullah?" beliau menjawab: "Tidak! Beramallah kalian, sebab, setiap
orang akan dimudahkan terhadap sesuatu yang telah diciptakan baginya." Abu
Isa berkata: Ini adalah hadits hasan shahih.
سنن الترمذي
٢٠٧٠: حَدَّثَنَا أَبُو الْخَطَّابِ زِيَادُ بْنُ يَحْيَى الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ
جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
حَتَّى يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا
أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ
قَالَ أَبُو
عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عُبَادَةَ وَجَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو
وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
مَيْمُونٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَيْمُونٍ مُنْكَرُ الْحَدِيثِ
Sunan Tirmidzi 2070: Telah
menceritakan kepada kami Abul Khaththab Ziyad bin Yahya Al Bashri: telah
menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Maimun dari Ja'far bin Muhammad dari
bapaknya dari Jabir bin 'Abdullah dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda: "Seorang hamba tidak dikatakan beriman sampai dia
mengimani tentang takdir yang baik dan takdir yang buruk, sampai dia mengetahui
bahwa apa yang menimpanya tidak mungkin akan meleset darinya, dan sesuatu yang
tidak ditetapkan atasnya tidak akan mungkin mengenainya." Abu Isa berkata:
Hadits semakna juga diriwayatkan dari Ubadah, Jabir dan Abdullah bin Amr, dan
ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abdullah
bin Maymun, sedangkan Abdullah bin Maymun adalah seorang Munkarul Hadits
(Hadits haditsnya munkar).
سنن الترمذي ٢٠٨٢: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُنْذِرِ الْبَاهِلِيُّ الصَّنْعَانِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ حَدَّثَنِي أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَدَّرَ اللَّهُ الْمَقَادِيرَ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ
Sunan Tirmidzi 2082: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin 'Abdullah bin Al Mundzir Al Bahili Ash Shan'ani: telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yazid Al Muqri': telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraih: telah menceritakan kepadaku Abu Hani' Al Khaulani bahwasanya dia mendengar Abu 'Abdurrahman Al Hubuli berkata: aku mendengar 'Abdullah bin 'Amr berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah telah menentukan takdir segala sesuatu, lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan lagit dan bumi." Abu Isa berkata: Ini adalah hadits hasan shahih gharib.
baca selengkapnya..
